468x60

Tanggapan mengenai hasil proses belajar yang distimulasi dari teori kognisi & motivasi berdasarkan Johari Windows?

Selasa, 08 Maret 2011
Tanggapan saya mengenai perkuliahan yang saya ikuti pada hari Rabu,8 Maret 2011 ini adalah cukup menyenangkan dan baik.Banyak yang tersisa dalam pikiran saya dan semoga bermanfaat untuk ke depannya.


Saya akan memberikan sedikit tanggapan saya mengenai hasil proses belajar hari ini yang distimulasi dari teori kognisi dan motivasi berdasarkan teori Johari Windows.Sebelumnya sama sekali belum pernah mengetahui apa itu teori Johari Window dan hari ini sudah mengetahuinya.


Johari Window atau Jendela Johari merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari self-awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita.Ini berguna untuk mengamati cara kita memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari proses komunikasi.Ada 4 kuadran yaitu:


- Kuadran 1 (Open) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri dan orang lain.  
Kuadran 2 (Blind) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh orang lain, tetapi tidak diketahui oleh diri kita sendiri. 
Kuadran 3 (Hidden) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri, tetapi tidak diketahui oleh orang lain. 
Kuadran 4 (Unknown) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang tidak diketahui, baik oleh diri kita sendiri ataupun oleh orang lain. 



Sebenarnya selama proses belajar tadi di kuadran 4 inilah kami berada.Kaitannya dengan apa yang dibahas adalah seperti orang yang masih mencari jati dirinya atau orang yang masih bimbang seperti apa dirinya sekarang. Memang hal ini sering dijumpai karena hidup di zaman yang serba maju dan mempunyai banyak perkembangan dapat saja membuat orang menjadi bingung dimana ia harus berada dan diterima. Biasanya yang sangat merasakan berada di dalam kuadran empat ini adalah anak remaja yang masih belum tahu dimanakah ketertarikannya karena masih mengikuti perkembangan zaman.




Saat mengikuti perkuliahan tadi pagi ,kami diminta untuk mendekripsikan karakter teman sekelompok kami dan menilai apakah karakter yang kami deskripsikan tadi diterima atau ditolak oleh teman yang kami komentari begitu seterusnya hingga semua mendapat giliran masing-masing di kelompok.
Saat giliran saya,semua yang dideskripsikan oleh teman kelompok saya kebanyakan saya terima daripada ditolak.Mereka menyatakan sifat positif saya adalah tidak sombong,tidak pelit,jujur,setia kawan,pendengar yang baik,pintar,percaya diri,rajin dan ekstrovert.Sedangkan sifat negatif saya adalah terlalu bawa perasaan,mudah tersinggung,boros,panik,cuek,moody,obsesi harus tercapai,tempramen tinggi,dan keras kepala.Saat itu saya semakin mengenali diri saya dan  termotivasi untuk memperbaiki  yang negatif.Sempat saya terpikir bagaimana mereka bisa dengan begitu telitinya untuk mendeskripsikan karakter saya.


Dalam mengungkapkan bagaimana proses pengenalan diri dan mengenal karakter teman kami saya merasa bahwa teori kognisi dari Vygostky yang paling cocok.


Inti teori Vygotsky adalah menekankan interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran. Menurut teori Vygotsky, fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing – masing  individu dalam konsep budaya.


Menurut saya , teman-teman saya menilai tingkah laku saya seperti itu berdasarkan dari interaksi sosial yang sering kami lakukan selama ini apalagi kami berteman sudah cukup lama semenjak awal POMB.Sudah banyak yang kami lakukan bersama-sama dan tidak hanya di lingkungan kampus saja.Oleh karena itu,baik buruk nya kami sudah tidak asing lagi karena kami sudah mengenal tiap individu dengan sangat baik.Selain itu pengaruh dari kultur budaya juga memainkan peran yang cukup penting di sini.Budaya mempunyai peranan dalam membentuk pola berpikir dan pola pergaulan dalam masyarakat,yang berarti juga membentuk kepribadian dan pola pikir seseorang.


Karena begitu banyak sifat negatif yang dikemukakan oleh teman saya,saya semakin termotivasi untuk memperbaikinya dan menjadi lebih baik lagi.Saya berusaha sebisa mungkin untuk menghapus sifat itu secara perlahan-lahan dari sekarang.Keinginan saya ini berfokus pada motivasi internal saya yaitu untuk dapat menjadi orang yang lebih baik lagi dan saya termotivasi  untuk dapat menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan sekitar saya.


Hal ini sesuai dengan perspektif kognitif yaitu pemikiran seseorang akan memandu motivasi mereka. Minat ini berfokus kepada ide - ide seperti motivasi internal seseorang untuk mencapai sesuatu , atribusi (persepsi bahwa usaha adalah faktor penting dalam prestasi ) ,dan keyakinan bahwa seseorang dapat mengkontrol lingkungan mereka secara efektif. Perspektif kognitif juga menekankan arti penting dari penentuan tujuan ,perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan( Schunk & Ertmer, 2000;Zimmerman & Schunk,2001 ). Perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.W White (1959), yang mengusulkan konsep motivasi kompetensi, yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif , menguasai dunia mereka , dan memproses informasi secara efisien. White menyatakan orang menggunakan hal – hal tersebut bukan karena kebutuhan biologis,tetapi karena orang punya motivasi internal untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif .


Pada dasarnya dari ini semua dapat saya simpulkan bahwa proses perkuliahan hari ini cukup menarik dan tak kalah menariknya dibandingkan dengan e-learning yang telah kami ikuti sebelumnya.Meskipun pada perkuliahan hari ini Ibu Dina tidak ada mengajar kami dengan memberikan slide-slide seperti pada umumnya tapi tetap pembelajaran seperti ini tidak kalah efektif bahkan kami juga semakin lebih mengerti karena kami ikut langsung mengambil bagian dari proses perkuliahan dan tidak mengantuk tentunya..Saya juga semakin lebih mengerti mengenai kognisi,motivasi,dan Johari Window

0 komentar:

Posting Komentar

Selasa, 08 Maret 2011

Tanggapan mengenai hasil proses belajar yang distimulasi dari teori kognisi & motivasi berdasarkan Johari Windows?

Diposting oleh 10081 Eva Violesia Bangun di 01.44
Tanggapan saya mengenai perkuliahan yang saya ikuti pada hari Rabu,8 Maret 2011 ini adalah cukup menyenangkan dan baik.Banyak yang tersisa dalam pikiran saya dan semoga bermanfaat untuk ke depannya.


Saya akan memberikan sedikit tanggapan saya mengenai hasil proses belajar hari ini yang distimulasi dari teori kognisi dan motivasi berdasarkan teori Johari Windows.Sebelumnya sama sekali belum pernah mengetahui apa itu teori Johari Window dan hari ini sudah mengetahuinya.


Johari Window atau Jendela Johari merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari self-awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita.Ini berguna untuk mengamati cara kita memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari proses komunikasi.Ada 4 kuadran yaitu:


- Kuadran 1 (Open) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri dan orang lain.  
Kuadran 2 (Blind) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh orang lain, tetapi tidak diketahui oleh diri kita sendiri. 
Kuadran 3 (Hidden) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri, tetapi tidak diketahui oleh orang lain. 
Kuadran 4 (Unknown) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang tidak diketahui, baik oleh diri kita sendiri ataupun oleh orang lain. 



Sebenarnya selama proses belajar tadi di kuadran 4 inilah kami berada.Kaitannya dengan apa yang dibahas adalah seperti orang yang masih mencari jati dirinya atau orang yang masih bimbang seperti apa dirinya sekarang. Memang hal ini sering dijumpai karena hidup di zaman yang serba maju dan mempunyai banyak perkembangan dapat saja membuat orang menjadi bingung dimana ia harus berada dan diterima. Biasanya yang sangat merasakan berada di dalam kuadran empat ini adalah anak remaja yang masih belum tahu dimanakah ketertarikannya karena masih mengikuti perkembangan zaman.




Saat mengikuti perkuliahan tadi pagi ,kami diminta untuk mendekripsikan karakter teman sekelompok kami dan menilai apakah karakter yang kami deskripsikan tadi diterima atau ditolak oleh teman yang kami komentari begitu seterusnya hingga semua mendapat giliran masing-masing di kelompok.
Saat giliran saya,semua yang dideskripsikan oleh teman kelompok saya kebanyakan saya terima daripada ditolak.Mereka menyatakan sifat positif saya adalah tidak sombong,tidak pelit,jujur,setia kawan,pendengar yang baik,pintar,percaya diri,rajin dan ekstrovert.Sedangkan sifat negatif saya adalah terlalu bawa perasaan,mudah tersinggung,boros,panik,cuek,moody,obsesi harus tercapai,tempramen tinggi,dan keras kepala.Saat itu saya semakin mengenali diri saya dan  termotivasi untuk memperbaiki  yang negatif.Sempat saya terpikir bagaimana mereka bisa dengan begitu telitinya untuk mendeskripsikan karakter saya.


Dalam mengungkapkan bagaimana proses pengenalan diri dan mengenal karakter teman kami saya merasa bahwa teori kognisi dari Vygostky yang paling cocok.


Inti teori Vygotsky adalah menekankan interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran. Menurut teori Vygotsky, fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing – masing  individu dalam konsep budaya.


Menurut saya , teman-teman saya menilai tingkah laku saya seperti itu berdasarkan dari interaksi sosial yang sering kami lakukan selama ini apalagi kami berteman sudah cukup lama semenjak awal POMB.Sudah banyak yang kami lakukan bersama-sama dan tidak hanya di lingkungan kampus saja.Oleh karena itu,baik buruk nya kami sudah tidak asing lagi karena kami sudah mengenal tiap individu dengan sangat baik.Selain itu pengaruh dari kultur budaya juga memainkan peran yang cukup penting di sini.Budaya mempunyai peranan dalam membentuk pola berpikir dan pola pergaulan dalam masyarakat,yang berarti juga membentuk kepribadian dan pola pikir seseorang.


Karena begitu banyak sifat negatif yang dikemukakan oleh teman saya,saya semakin termotivasi untuk memperbaikinya dan menjadi lebih baik lagi.Saya berusaha sebisa mungkin untuk menghapus sifat itu secara perlahan-lahan dari sekarang.Keinginan saya ini berfokus pada motivasi internal saya yaitu untuk dapat menjadi orang yang lebih baik lagi dan saya termotivasi  untuk dapat menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan sekitar saya.


Hal ini sesuai dengan perspektif kognitif yaitu pemikiran seseorang akan memandu motivasi mereka. Minat ini berfokus kepada ide - ide seperti motivasi internal seseorang untuk mencapai sesuatu , atribusi (persepsi bahwa usaha adalah faktor penting dalam prestasi ) ,dan keyakinan bahwa seseorang dapat mengkontrol lingkungan mereka secara efektif. Perspektif kognitif juga menekankan arti penting dari penentuan tujuan ,perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan( Schunk & Ertmer, 2000;Zimmerman & Schunk,2001 ). Perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.W White (1959), yang mengusulkan konsep motivasi kompetensi, yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif , menguasai dunia mereka , dan memproses informasi secara efisien. White menyatakan orang menggunakan hal – hal tersebut bukan karena kebutuhan biologis,tetapi karena orang punya motivasi internal untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif .


Pada dasarnya dari ini semua dapat saya simpulkan bahwa proses perkuliahan hari ini cukup menarik dan tak kalah menariknya dibandingkan dengan e-learning yang telah kami ikuti sebelumnya.Meskipun pada perkuliahan hari ini Ibu Dina tidak ada mengajar kami dengan memberikan slide-slide seperti pada umumnya tapi tetap pembelajaran seperti ini tidak kalah efektif bahkan kami juga semakin lebih mengerti karena kami ikut langsung mengambil bagian dari proses perkuliahan dan tidak mengantuk tentunya..Saya juga semakin lebih mengerti mengenai kognisi,motivasi,dan Johari Window

0 komentar on "Tanggapan mengenai hasil proses belajar yang distimulasi dari teori kognisi & motivasi berdasarkan Johari Windows?"

Posting Komentar